Rabu, 11 April 2012

Bentuk Aksi APP 2012


Keluarga St. Katarina Banyumanik yang terhormat,

APP 2012 kali ini, wilayah St. Katarina Banyumanik akan mewujudkannya dalam bentuk pemberian bantuan biaya pendidikan ( bantuan SPP ), kepada keluarga yang dipandang membutuhkan, sedangkan sumber dananya berasal dari seluruh umat wilayah sendiri, terima kasih untuk umat yang telah bersedia membantu, mudah2an apa yang kita lakukan dapat memberikan manfaat untuk sesama umat, dan semoga aksi kali ini dapat menjadi berkesinambungan, sehingga kedepannya dapat dilakukan secara rutin, jangan pernah berhenti untuk peduli membantu sesama umat yang membutuhkan pertolongan kita, GBU

Syalom.

Rabu, 22 Februari 2012

Tema APP Lingkungan 2012.

Tema APP ke - 1 : Mengenang Baptisan : Gembira dan bangga menjadi pengikut Kristus.
ke - 2 : Karena Baptisan, Aku menjadi warga gereja.
ke - 3 : Barsatu sebagai saudara, membangun kemanusiaan.
ke - 4 : Membangun niat, merangkai buah-buah kehidupan.
ke - 5 : Ibadat tobat lingkungan.

APP 2012 : Katolik sejati harus peduli dan berbagi

Tema Umum APP 2012 : Katolik sejati harus peduli dan berbagi.

Sadar bahwa sebagai orang beriman, kita hidup di tengah-tengah umat dan masyarakat, kita juga ingin peduli dan berbagi kepada siapa saja yang membutuhkan uluran tangan dan cinta yang mengalir dari hati kita, Kepedulian dan kerelaan untuk berbagi kita lakukan terutama bagi mereka yang lemah, miskin, tersingkir dan difabel.
Dengan demikian semangat kepedulian dan kerelaan berbagi tidak lepas dari iman kita, sebagai orang beriman ada nilai nilai yang mesti menjadi prinsip hidup kita yaitu kesetiakawanan.

Rabu, 15 Februari 2012

Rabu Abu 22 Pebruari 2012

Rabu Abu adalah hari pertama masa Pra-Paskah. Ini terjadi pada hari Rabu, 40 hari sebelum Paskah tanpa menghitung hari-hari Minggu atau 44 hari (termasuk Minggu) sebelum hari Jumat Agung.

Pada hari ini umat yang datang ke Gereja dahinya diberi tanda salib dari abu sebagai simbol upacara ini. Simbol ini mengingatkan umat akan ritual Israel kuno di mana seseorang menabur abu di atas kepalanya atau di seluruh tubuhnya sebagai tanda kesedihan, penyesalan dan pertobatan (misalnya seperti dalam Kitab Ester 4:1, 3). Dalam Mazmur 102:10 penyesalan juga digambarkan dengan "memakan abu": "Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan." Biasanya pemberian tanda tersebut disertai dengan ucapan, "Bertobatlah dan percayalah pada Injil."

Wajib berpuasa pada hari Rabu abu 22 Pebruari 2012 dan pada hari Jumat suci 6 April 2012.
yang wajib berpuasa adalah semua umat katholik mereka yang berumur 18 s/d 60 thn,
Puasa diartikan makan kenyang hanya 1x dalam sehari .

pantang dilakukan pada setiap hari Jumat dalam masa pra paskah.
Pantang diperbolehkan memilih sendiri pantangannya ( pantang daging, pantang jajan, pantang garam atau pantang merokok ), yang wajib berpantang adalah umat katholik yang berumur 14 thn keatas.

Jumat, 27 Januari 2012

Pekan Doa Sedunia

18 - 25 Januari 2012.

Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan
Keuskupan Agung Semarang

" Kemenangan Tuhan kita Yesus Kristus mengubah hidup kita "
( bdk. 1 Korintus 15:51-58 )

Ketika murid-murid Yesus bersengketa atas " Siapa yang terbesar " ( Mrk 9:34 ), mereka berpikir soal 'kalah' dan 'menang'. Tapi reaksi Yesus sangat sederhana : " Barang siapa ingin menjadi yang pertama harus menjadi yang terakhir dan pelayan dari semua " (Mrk 9:35 ). Sabda ini berbicara tentang kemenangan melalui pelayanan bersama, membantu, meningkatkan harga diri mereka yang "terakhir", terlupakan dan disingkirkan.

Rabu, 28 Desember 2011

Selamat Natal & Tahun baru 2012


Merry Christmas n Happy New Year 2012 to you n your family, May the spirit brings you joy n happiness, n wish you all the best for the coming year!

Jumat, 18 November 2011

Masa Adven

Masa Liturgi Adven menandai masa persiapan rohani umat beriman sebelum Natal. Adven dimulai pada hari Minggu terdekat sebelum Pesta St. Andreas Rasul (30 November). Masa Adven berlangsung selama empat hari Minggu dan empat minggu persiapan, meskipun minggu terakhir Adven pada umumnya terpotong dengan tibanya Hari Natal.

Masa Adven mengalami perkembangan dalam kehidupan rohani Gereja. Sejarah asal-mula Adven sulit ditentukan dengan tepat. Dalam bentuk awalnya, yang bermula dari Perancis, Masa Adven merupakan masa persiapan menyambut Hari Raya Epifani, hari di mana para calon dibaptis menjadi warga Gereja; jadi persiapan Adven amat mirip dengan Prapaskah dengan penekanan pada doa dan puasa yang berlangsung selama tiga minggu dan kemudian diperpanjang menjadi 40 hari. Pada tahun 380, Konsili lokal Saragossa, Spanyol menetapkan tiga minggu masa puasa sebelum Epifani. Diilhami oleh peraturan Prapaskah, Konsili lokal Macon, Perancis, pada tahun 581 menetapkan bahwa mulai tanggal 11 November (pesta St. Martinus dari Tours) hingga Hari Natal, umat beriman berpuasa pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Lama-kelamaan, praktek serupa menyebar ke Inggris. Di Roma, masa persiapan Adven belum ada hingga abad keenam, dan dipandang sebagai masa persiapan menyambut Natal dengan ikatan pantang puasa yang lebih ringan.


Gereja secara bertahap mulai lebih membakukan perayaan Adven. Buku Doa Misa Gelasian, yang menurut tradisi diterbitkan oleh Paus St. Gelasius I (wafat thn 496), adalah yang pertama menerapkan Liturgi Adven selama lima Hari Minggu. Di kemudian hari, Paus St. Gregorius I (wafat thn 604) memperkaya liturgi ini dengan menyusun doa-doa, antifon, bacaan-bacaan dan tanggapan. Sekitar abad kesembilan, Gereja menetapkan Minggu Adven Pertama sebagai awal tahun penanggalan Gereja. Dan akhirnya, Paus St. Gregorius VII (wafat thn 1095) mengurangi jumlah hari Minggu dalam Masa Adven menjadi empat.


Meskipun sejarah Adven agak “kurang jelas”, makna Masa Adven tetap terfokus pada kedatangan Kristus (Adven berasal dari bahasa Latin “adventus”, artinya “datang”). Katekismus Gereja Katolik menekankan makna ganda “kedatangan” ini: “Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua” (no. 524).



Oleh sebab itu, di satu pihak, umat beriman merefleksikan kembali dan didorong untuk merayakan kedatangan Kristus yang pertama ke dalam dunia ini. Kita merenungkan kembali misteri inkarnasi yang agung ketika Kristus merendahkan diri, mengambil rupa manusia, dan masuk dalam dimensi ruang dan waktu guna membebaskan kita dari dosa. Di lain pihak, kita ingat dalam Syahadat bahwa Kristus akan datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan mati dan kita harus siap untuk bertemu dengannya.


Lingkaran Adven merupakan suatu lingkaran, tanpa awal dan akhir: jadi kita diajak untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, di sini dan sekarang ini, ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah yang kekal dan bagaimana kita berharap dapat dapat ikut ambil bagian dalam kehidupan kekal di kerajaan surga. Lingkaran Adven terbuat dari tumbuh-tumbuhan segar, sebab Kristus datang guna memberi kita hidup baru melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Tiga batang lilin berwarna ungu melambangkan tobat, persiapan dan kurban; sebatang lilin berwarna merah muda melambangkan hal yang sama, tetapi dengan menekankan Minggu Adven Ketiga, Minggu Gaudate, saat kita bersukacita karena persiapan kita sekarang sudah mendekati akhir. Terang itu sendiri melambangkan Kristus, yang datang ke dalam dunia untuk menghalau kuasa gelap kejahatan dan menunjukkan kepada kita jalan kebenaran. Gerak maju penyalaan lilin setiap hari menunjukkan semakin bertambahnya kesiapan kita untuk berjumpa dengan Kristus. Setiap keluarga sebaiknya memasang satu Lingkaran Adven, menyalakannya saat santap malam bersama dan memanjatkan doa-doa khusus. Kebiasaan ini akan membantu setiap keluarga untuk memfokuskan diri pada makna Natal yang sebenarnya.

Secara keseluruhan, selama Masa Adven kita berjuang untuk menggenapi apa yang kita daraskan dalam doa pembukaan Misa Minggu Adven Pertama: “Bapa di surga… tambahkanlah kerinduan kami akan Kristus, Juruselamat kami, dan berilah kami kekuatan untuk bertumbuh dalam kasih, agar fajar kedatangan-Nya membuat kami bersukacita atas kehadiran-Nya dan menyambut terang kebenaran-Nya.

" artikel dikutip dari The Arlington Catholic Herald "