Rabu, 28 Desember 2011

Selamat Natal & Tahun baru 2012


Merry Christmas n Happy New Year 2012 to you n your family, May the spirit brings you joy n happiness, n wish you all the best for the coming year!

Jumat, 18 November 2011

Masa Adven

Masa Liturgi Adven menandai masa persiapan rohani umat beriman sebelum Natal. Adven dimulai pada hari Minggu terdekat sebelum Pesta St. Andreas Rasul (30 November). Masa Adven berlangsung selama empat hari Minggu dan empat minggu persiapan, meskipun minggu terakhir Adven pada umumnya terpotong dengan tibanya Hari Natal.

Masa Adven mengalami perkembangan dalam kehidupan rohani Gereja. Sejarah asal-mula Adven sulit ditentukan dengan tepat. Dalam bentuk awalnya, yang bermula dari Perancis, Masa Adven merupakan masa persiapan menyambut Hari Raya Epifani, hari di mana para calon dibaptis menjadi warga Gereja; jadi persiapan Adven amat mirip dengan Prapaskah dengan penekanan pada doa dan puasa yang berlangsung selama tiga minggu dan kemudian diperpanjang menjadi 40 hari. Pada tahun 380, Konsili lokal Saragossa, Spanyol menetapkan tiga minggu masa puasa sebelum Epifani. Diilhami oleh peraturan Prapaskah, Konsili lokal Macon, Perancis, pada tahun 581 menetapkan bahwa mulai tanggal 11 November (pesta St. Martinus dari Tours) hingga Hari Natal, umat beriman berpuasa pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Lama-kelamaan, praktek serupa menyebar ke Inggris. Di Roma, masa persiapan Adven belum ada hingga abad keenam, dan dipandang sebagai masa persiapan menyambut Natal dengan ikatan pantang puasa yang lebih ringan.


Gereja secara bertahap mulai lebih membakukan perayaan Adven. Buku Doa Misa Gelasian, yang menurut tradisi diterbitkan oleh Paus St. Gelasius I (wafat thn 496), adalah yang pertama menerapkan Liturgi Adven selama lima Hari Minggu. Di kemudian hari, Paus St. Gregorius I (wafat thn 604) memperkaya liturgi ini dengan menyusun doa-doa, antifon, bacaan-bacaan dan tanggapan. Sekitar abad kesembilan, Gereja menetapkan Minggu Adven Pertama sebagai awal tahun penanggalan Gereja. Dan akhirnya, Paus St. Gregorius VII (wafat thn 1095) mengurangi jumlah hari Minggu dalam Masa Adven menjadi empat.


Meskipun sejarah Adven agak “kurang jelas”, makna Masa Adven tetap terfokus pada kedatangan Kristus (Adven berasal dari bahasa Latin “adventus”, artinya “datang”). Katekismus Gereja Katolik menekankan makna ganda “kedatangan” ini: “Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua” (no. 524).



Oleh sebab itu, di satu pihak, umat beriman merefleksikan kembali dan didorong untuk merayakan kedatangan Kristus yang pertama ke dalam dunia ini. Kita merenungkan kembali misteri inkarnasi yang agung ketika Kristus merendahkan diri, mengambil rupa manusia, dan masuk dalam dimensi ruang dan waktu guna membebaskan kita dari dosa. Di lain pihak, kita ingat dalam Syahadat bahwa Kristus akan datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan mati dan kita harus siap untuk bertemu dengannya.


Lingkaran Adven merupakan suatu lingkaran, tanpa awal dan akhir: jadi kita diajak untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, di sini dan sekarang ini, ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah yang kekal dan bagaimana kita berharap dapat dapat ikut ambil bagian dalam kehidupan kekal di kerajaan surga. Lingkaran Adven terbuat dari tumbuh-tumbuhan segar, sebab Kristus datang guna memberi kita hidup baru melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Tiga batang lilin berwarna ungu melambangkan tobat, persiapan dan kurban; sebatang lilin berwarna merah muda melambangkan hal yang sama, tetapi dengan menekankan Minggu Adven Ketiga, Minggu Gaudate, saat kita bersukacita karena persiapan kita sekarang sudah mendekati akhir. Terang itu sendiri melambangkan Kristus, yang datang ke dalam dunia untuk menghalau kuasa gelap kejahatan dan menunjukkan kepada kita jalan kebenaran. Gerak maju penyalaan lilin setiap hari menunjukkan semakin bertambahnya kesiapan kita untuk berjumpa dengan Kristus. Setiap keluarga sebaiknya memasang satu Lingkaran Adven, menyalakannya saat santap malam bersama dan memanjatkan doa-doa khusus. Kebiasaan ini akan membantu setiap keluarga untuk memfokuskan diri pada makna Natal yang sebenarnya.

Secara keseluruhan, selama Masa Adven kita berjuang untuk menggenapi apa yang kita daraskan dalam doa pembukaan Misa Minggu Adven Pertama: “Bapa di surga… tambahkanlah kerinduan kami akan Kristus, Juruselamat kami, dan berilah kami kekuatan untuk bertumbuh dalam kasih, agar fajar kedatangan-Nya membuat kami bersukacita atas kehadiran-Nya dan menyambut terang kebenaran-Nya.

" artikel dikutip dari The Arlington Catholic Herald "

Sabtu, 05 November 2011

Penutupan ibadat rosario ke-9

Penutupan ibadat rosario ke-9 ( Gua Maria Kerep Ambarawa, 29 Oktober 2011 )

Selasa, 25 Oktober 2011

Penutupan bulan rosario

Umat Katarina Banyumanik yth,

Penutupan bulan rosario okt 2011, akan diadakan di Gua Maria Kerep Ambarawa, umat yang berkenan ikut harap berkumpul jam 17.30, ditempat Bp. Didit, selanjutnya tepat jam 18.00 akan segera diberangkatkan menuju kerep.

Ralat :
Kumpul di Novisiat Susteran OSF.

Selasa, 20 September 2011

Menyambut Bulan Rosario ( Oktober ) 2011.

Dear Umat wilayah katarina,

Menyambut bulan oktober 2011 sebagai bulan rosario, maka akan diadakan doa rosario sebanyak 9x, yang diadakan per lingkungan 1 & 2, dengan pertemuan pertama dan ke sembilan diadakan oleh wilayah ( gabungan lingkungan 1 & 2 ), hal ini sesuai dengan hasil pertemuan pengurus wilayah pada bulan september, untuk rosario yang pertama, umat diminta untuk menuliskan harapan2 atau "wish" nya pada secarik kertas, sedangkan acara penutupan ( pertemuan ke-9 ) akan diadakan di gua kerep ambarawa, buat umat yang ingin ikut ke kerep, bisa mendaftarkan diri pada saat pertemuan2 rosario di lingkungan masing2.
Salam...., Berkat Dalem

Selasa, 16 Agustus 2011

Mencari Tuhan

Sulitkah Tuhan untuk ditemukan? Tidak, sama sekali tidak. Tuhan mengasihi setiap anda dan saya, begitu mengasihi sehingga Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal,Yesus Kristus agar setiap orang yang percaya pada Anak itu tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal seperti yang tertulis pada Yoh 3:16. Lalu lihatlah apa yang dikatakan Yesus. "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."(Yoh 4:16) , "Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.(Yoh 10:9), "Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yoh 10:25-26). Artinya, dengan menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi anda, maka Tuhan akan begitu dekat, begitu nyata dalam hidup anda.

Dibutuhkan iman untuk mengerti. Iman sebesar biji sesawi sekalipun akan memberikan kuasa pengertian yang besar. Jangan keraskan hati dan beri kesempatan bagi diri anda untuk mengenal Sang Juru Selamat. Dalam Kristus ada sukacita berlimpah, pengharapan tanpa putus, kasih karunia tanpa henti, dan keselamatan abadi.


Beri kesempatan pada diri anda untuk mengenal pribadi Yesus, dan rasakan bahwa Tuhan itu begitu dekat, begitu nyata.

Makna Salib

Ayat bacaan: Ibrani 12:2
========================

"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah"

Kita mengenal pernak pernik indah berbentuk salib. Dalam bentuk kalung emas, perak, lengkap dengan hiasan2 menarik, bahkan salib juga dipakai dalam dekorasi yang dapat dipakai untuk memperindah sebuah ruangan. Di masa Yesus hidup di dunia, salib sama sekali berlawanan fungsinya. Salib adalah salah satu bentuk hukuman paling sadis, paling menyiksa dan paling menakutkan. Pada masa itu, orang yg disalibkan hanyalah penjahat2 kelas berat yang sangat hina dan rendah. Bayangkan, dalam suatu penelitian, ketika kedua tangan dipaku, dan salib dinaikkan,badan akan semakin tertarik jatuh, akibatnya lubang paku akan semakin melebar. Demikian pula dengan paku di kaki. Lebih parah lagi, kematian dengan jalan ini pun berlangsung perlahan, dengan rasa sakit yang rasanya tidak bisa digambarkan lagi dengan kata.

Tapi kita mengenal salib sebagai lambang keselamatan, bukan lambang penyiksaan. Itu sebabnya kita mengenal perhiasan2 dan pernak pernik indah berbentuk salib. Kenapa demikian? sebab yang kita lihat bukanlah prosesnya yang mengerikan, tapi apa yang dihasilkan dari proses tersebut. Yesus datang ke dunia untuk menebus kita, membayar lunas dosa2 manusia, menghapuskan penghalang2 yang merintangi jalan kita menuju tahta kudus Tuhan. Tanpa itu semua, mustahil bagi kita untuk dapat berhubungan secara langsung dengan Tuhan dalam setiap doa, pujian, penyembahan dan ibadah2 kita. Lewat jalan disalibkan itulah, setiap kita yang percaya dapat merasakan kedamaian berada dalam hadiratNya.

Keimanan kristen kita tidak memakai simbol tempat tidur empuk, timangan bayi, atau sejenisnya yang bisa menggambarkan sebuah bentuk kasih yang damai dan nyaman. Tidak juga berbentuk simbol mahkota, mengingat Yesus adalah Raja diatas segala raja. Yesus tidak perlu digambarkan sebagai sosok terganteng, gagah, berotot, karena itu bukanlah hal yang esensial dalam keimanan kita. Tapi kita tahu salib adalah simbol keimanan kristiani, lambang keselamatan, dimana lewat salib itulah semua penghalang dan dosa2 kita ditebus lunas. Haleluya!


Datanglah ke tahta kudusNya,dan bersukacitalah, sebab hanya oleh pengorbanan Kristus semuanya menjadi mungkin.